Jumat, 30 Desember 2016

MAHASISWA DAN DOSEN POLTEKKES JAKARTA III KEMENKES KUNJUNGI PONPES. ULUL ILMI

http://alumnids99.blogspot.com/     Desember 30, 2016    



Kunjungan dosen dan mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Jakarta 3 ke pondok pesantren Ulul Ilmi Jakarta Timur pada hari ini Selasa 10 Agustus 2016 disambut oleh Pimpinan Pondok Pesantren Ulul Ilmi KH. Achmad Wajihudin, MA dan didampingi oleh Ustadz Joko Sugiharto.

Rombongan yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Poltekkes ini dalam rangka screening (pemeriksaan santri dan guru) sekaligus juga memberikan penyuluhan tentang kesehatan dan mengenal beberpa penyakit dan cara pencegahannya, seperti HIV Aids, dan Sadari (Periksa Payudara Sendiri).
Kegiatan ini adalah merupakan salah satu program Kementerian Kesehatan pada masyarakat, posyandu, sekolah dan juga pondok pesantren.
Untuk selanjutnya Poskestren/UKS di pondok pesantren/madrasah Ulul Ilmi akan dijadikan binaan Poltekkes dibawah naungan Dinas Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

http://ululilmi.com/2016/09/07/mahasiswa-dan-dosen-poltekkes-kemenkes-kunjungi-ponpes-ulul-ilmi/

MILAD IKAMI 2016

http://alumnids99.blogspot.com/     Desember 30, 2016    

Ikami adalah sebuah wadah organisasi yang dibentuk pada tahun 2011 dimana kegiatan ini diprakarsai oleh beberapa alumni senior dan terlahirlah sebuah organisasi yang bernama IKAMI pada tanggal 25 Desember 2011 yang di pimpin oleh Ust. Ahmad Rais, S.Pd.I, Dimas Pramudia Harsono, SH, Daniel Supriyatna, dan jajaran pengurusan lainnya.

Ketua Umum IKAMI Ust. Ahmad Rais dan ketua panitia milad Sdr. Amnah 
Ikami selalu mengadakan kegiatan bersmaa mauapun setiap angkatan, diantaranya bukapuasa bersama rutin di bulan Ramadhan, pelatihan keterampilan bagi santri yang masih belajar di pesantren dan acara rutin yaitu Milad Ikami yang dilaksanakan di 25 Desember setiap tahunnya.
Pada 2016 genap 5 tahun kelahiran ikami yang di rayakan tasyakurnya di Villa Megamendung, milad ke-5 ini dilaksanakan oleh angkatan 2015, dihadiri juga oleh pembina Ikami ust Joko Sugiharto dan beberapa ustad lainnya.
Foto bersama pada acara Milad ke 5 IKAMI 2016
Ahmad Tajudin (Ketua Terpilih 2016-2019)
Alhamdulillah pada kegiatan tahun ini telah terjadi perubahan struktru organisasi ikami yang baru dan telah hadir ketua Ikami baru yaitu Ust Tajudin dan akan di rencanakan mengadakan raker pada awal tahun 2017 mendatang semoga dengan adanya regenerasi dan peremajaan pengurus Ikami akan menjadi lebih baik dan lebih baik ke depannya.
Kritik, saran dan dukungan dari semua teman-teman alumni untuk memajukan organisasi kita sekarang dan di masa yang akan datang, dan tak lupa kami haturkan terim akasih yang tak terhingga kepada guru-guru kami yang telah mendidik kami selama kami mukim di pesantren ulul ilmi, semoga ilmu kami manfaat untuk kami dan umat Islam umumnya.
Sumber : ululilmi.com

Kamis, 29 Desember 2016

IKAMI Kongres 2016 Regional Karawang

Unknown     Desember 29, 2016    


IKAMI (Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Ulul Ilmi) 
Kongres (kongkow sampe beres) 2016 Regional Karawang.

Assalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh,

Semoga kita semua selalu diberikan nikmat iman dan islam sehingga senantiasa selalu dalam lindungan ALLAH SWT, aamiin ya robbal ‘aalamiin.

Mungkin ada teman-teman ikami yang heran ketika tiba-tiba saya mengirimkan pesan undangan Kongres 2016 IKAMI Karawang di grup whatsapp. Mungkin ada juga yang ingin bertanya “maksudnya ini apa?, kan baru kemarin milad IKAMI, kok ini udah ada acara lagi?, di Karawang pula, padahal kan milad kemarin gak ada orang karawang yang hadir”.

Di sini saya akan coba sampaikan hal yang melatarbelakangi adanya acara ini.

Seharusnya untuk kegiatan apapun, kita IKAMI lebih mudah untuk berkumpul. Karena tidak seperti alumni-alumni sekolah atau pondok pesantren lain, anggota IKAMI rata-rata berada di 1 Desa atau bahkan 1 Kampung yang sama di tiap daerahnya. Namun mirisnya, ketika telah menjadi “alumni” kita seolah tidak (mau) kenal lagi dengan satu sama lain, bahkan mungkin untuk bertemu sesama anggota IKAMI yang berada di 1 desa pun harus menunggu momen lebaran idul fitri (kecuali memang karena yang bersangkutan bekerja di luar daerah) atau bahkan semenjak menjadi “alumni” sama sekali belum pernah bersilaturrahmi.

Maka dari itu kami berinisiatif untuk mengadakan acara ini, tujuan utamanya adalah untuk mempererat silaturrahmi antar sesama anggota IKAMI di wilayah kami, regional Karawang. Agar ke depannya kami bisa lebih baik dalam berkoordinasi, sehingga kami dapat berpartisipasi di acara-acara IKAMI berikutnya..

Ingatlah kawan, kita semua pernah tinggal di 1 atap yang sama, makan dari dapur yang sama dan tentunya diajar oleh guru yang sama. Maka terlalu berlebihan kah bila saya menyimpulkan kita semua adalah saudara, IKAMI adalah keluarga.

Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.


* penulis adalah anggota IKAMI reg. Karawang, mantan staf Mang Utar.

Rabu, 28 Desember 2016

PENOMENA OM TELOLET OM

Ahmad Rais     Desember 28, 2016    

MENANGKAP MAKNA OM TELOLET OM

Hal sederhana dimulai dari anak-anak kecil di daerah Jepara mengapa bisa mendunia. Mengapa harus dari anak-anak kecil?Mengapa dari Jepara?
Saya mencoba mengulas bermodalkan metodologi ilmu titen dari almarhum bapak. Malam Jumat saya lihat di YOUTUBE anak-anak kecil pada berteriak OM TELOLET OM dan betapa girangnya saat  klakson Bus berbunyi. Saya ulang berkali-kali untuk menangkap Simbol dari yang diteriakkan, pasti ada pesan dikaitkan dengan fenomena sekarang. terus saya dengarkan berulang-ulang, seolah ada sesuatu yang ingin diteriakkan kepada orang dewasa. Seolah-olah teriakannya berubah menjadi OM TOLERANSI OM....

Dibalik trend pasti ada suatu simbol yang disampaikan dan ini secara ilmiah bisa ditangkap dengan metode SEMIOTIC. Saat sekarang ini, dimana orang dewasa hanyut dalam arus INTOLERANSI,  gemar menyuarakan semangat Sektarianisme dan Primodialisme, bahkan lupa bahwa dulu pernah dibesarkan oleh Guru/Dosen yang berbeda agama, teman yang mendewasakan beragamanya juga berbeda, bahkan tetangga yang baik yang mengenalkan nilai kehidupan agamanya juga belum tentu sama.
Keindahan tersebut terobek, tersayat, tercabik karena sesuatu kepentingan Politik yaitu KEKUASAAN DUNIA.

Teriakan anak-anak yang masih murni, adalah teriakan bagi kaum DEWASA untuk mengutamakan TOLERANSI, karena keindahan hidup bisa tercipta jika ada Toleransi. Dan saat nilai toleransi diwujudkan, disitulah ada kegirangan bagi jiwa-jiwa yang mempunyai kehendak baik seperti kerumunan anak kecil tersebut.
Mengapa dari JEPARA...ya kota kecil itu adalah kota pengubah, dari gelap terbitlah terang. Jadi saya menangkap simbol OM TELOLET OM adalah simbol yang mempunyai makna kekinian agar kita meneriakan TOLERANSI dan menjunjungnya sebagai nilai luhur dalam berbangsa dan bernegara.

Senin, 26 Desember 2016

KEGIATAN KAMI

http://alumnids99.blogspot.com/     Desember 26, 2016    
Milad Ikami Ke-5
Milad Ikami ke-5

About us

Common

FAQ's

FAQ's

© 2011-2014 I K A M I. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.